Berita terbaru seputar jakarta

Politik,Olahraga,Kesehatan,Teknologi Informasi dll

Cinta untuk Maradona Hampir Habis

Posted by yunusfz on September 11, 2009

Buenos Aires – Diego Maradona begitu dicintai karena ia adalah dewa bagi nyaris seluruh rakyat Argentina. Tetapi sinyal kegagalan di kualifikasi Piala Dunia membuat cinta itu hampir habis.

Argentina menderita kekalahan kedua beruntun dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2010 di tangan Paraguay 0-1. Sebelumnya, Lionel Messi dkk dipecundangi Brasil di kandang dengan skor 1-3.

Tiba-tiba, jutaan pendukung Argentina tahu kans Tango untuk lolos ke Afrika Selatan meredup. Wajar bila rasa marah pun ditujukan kepada Maradona yang dianggap paling bertanggung jawab atas situasi itu.

“Maradona yang ini secara dramatis memperlihatkan bahwa dia memang tidak dilahirkan untuk melatih. Citranya yang penuh kejayaan berguna pada awalnya, tapi kini tidak lagi,” tulis koran Diario Popular di edisi Kamisnya. Demikian AP melansir.

“Kita tidak sedang ke mana-mana,” tulis harian olahraga Ole di atas gambar Maradona yang dipajang di halaman terdepan.

Maradona menjadi dewa bagi masyarakat Argentina sejak ia –praktis sendirian– membawa negaranya menjadi juara dunia 1986. Pria 48 tahun itu pernah melalui masa-masa buruk, tetapi yang ini barangkali yang terburuk.

Dia dikeluarkan di pertandingan kedua Argentina di Piala Dunia 1994 dan kemudian diskors 15 bulan akibat kedapatan memakai doping. Ia nyaris tewas akibat serangan jantung yang dipicu konsumsi kokain. Ia juga pernah mengalami obesitas hingga membutuhkan operasi sedot lemak untuk menguruskan tubuh.

Dengan catatan-catatan itu, Maradona tetap tidak kehilangan cinta dari masyarakat Argentina. Tetapi kegagalan meloloskan Albicelestes ke Piala Dunia bisa saja mengubah itu semua.

“Maradona harus mundur,” tegas Juan Rosales, seorang fans River Plate. “Saya tak menghormatinya lagi sekarang. Dia dulu pemain yang hebat, tetapi sebagai pelatih dia tak tahu apa-apa. Dia harus pergi karena dia menenggelamkan kami.”

Sebuah jajak pendapat di situs harian Clarin memperlihatkan, 62 persen dari 11 ribuan peserta polling merasa yakin bahwa Sergio Aguero cs bakal gagal melaju ke Copa Mundial.

Maradona mengambil alih kursi kepelatihan pada 10 bulan lalu. Di bawah kendali El Pibe de Oro (anak emas kami–julukan Maradona), Tango hanya memenangi dua dari enam laga kualifikasi Piala Dunia. Ia memanggil lebih dari 62 pemain, dan mengalami salah satu kekalahan terburuk Argentina: dibantai Bolivia 1-6.

Toh Maradona bukan sosok yang mudah melempar handuk. “Saya tak akan menyerah. Saya akan terus menjadi pelatih. Saya tak takut kritik, saya tak takut siapa pun,” tandas El Diego. Nah!

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d bloggers like this: