Berita terbaru seputar jakarta

Politik,Olahraga,Kesehatan,Teknologi Informasi dll

Fircroft; Operations Specialist

Posted by yunusfz on September 11, 2009

Posting date: September 07, 2009 Expiry date: September 21, 2009

This vacancy is required for our client, an established company.

Operations Specialist

The role
• The Operations Specialist, based within the Production Operations department, will ensure CLIENT s objectives regarding safety, operability, deliverability and maintainability (SODM) are achieved, within Project time and cost parameters, in transitioning the project from facilities development to full production status.
• The incumbent will also act as the key interface between the Production Operations department and the Project Development group, ensuring that Production requirements are properly addressed, and that any Project information requirements are promptly met. Key relationships to be managed will include those with senior Production and Project group department staff, and several external contractors/sub-contractors.

Responsibilities
• Assist in the CLIENT production (familiarisation / pre-commissioning support) team at the construction site.
• Assist the project commissioning manager in the operational readiness of the Platform.
• Oversee the production of all operations and maintenance manuals by the Contractor relating to the operation the facility.
• Work as part of an integrated Contractor/Client commissioning team during the run up to Mechanical Acceptance of the platform.
• Work as part of an integrated Project / Production commissioning team to commission and performance test the facilities prior to hand over to the Production Group.
• Review all other philosophies for SODM as part of multi discipline checks.
• Participate in Project Safety Reviews including (but not limited to) HAZID s, HAZOP s, Risk assessments, SIL analysis.
• Assist in contractor s development of start up and O&M manuals.
• Participate as necessary in critical vendor inspections (or arrange inspections by QA / QC group).
• Assist in Production Familiarisation / Commissioning Support Team efforts at site, and help as required in the approval of site queries (none engineering).
• Assist in vessel closure inspections and major witness points.
• Work as part of an integrated Contractor / Client pre-commissioning team at site and at as the Client s Acceptance Authority.
• Assist in the implementation of the Drilling – Facilities SIMOPS and Production SIMOPS manual.
• Work as part of an integrated Project / Production commissioning team to commission and performance test the facilities prior to hand over to the Production Group.

Reporting to:
• HOFO – Head of Field Operations

Direct reports (Internal:
• Production Supervisor

Indirect Reports (Internal or External:
• Safety Officer, Work co-ordinator, Communications Tech/Radio Operator, Maintenance Supervisor

Qualifications
• Academic Qualification to Degree level or equivalent expertise in oil and gas processing.

Skills (and experience)
• Significant knowledge of production, engineering and maintenance management, to be able to manage and contribute to all aspects of Field Operations.
• A sound knowledge of the business drivers affecting CLIENT.
• Strong personal and interpersonal skills with capability to meet the fluctuating needs of Field Operations.

Knowledge
• A minimum of 15 years experience in the upstream Oil and Gas industry, ideally with 5 years + in a supervisory / management capacity.
• A minimum of 5 years experience associated with hydrocarbon production and offshore production facilities in a supervisory / management capacity.

Please send your CV (in MS Word version) to: Indonesia@fircroft.com

Only shortlisted candidates will be contacted.

Posted in Lowongan Teknik | Tagged: | Leave a Comment »

ANGGUR BALI

Posted by yunusfz on September 11, 2009

anggur_bali

ANGGUR BALI
Family Vitaceae

Deskripsi
Buah anggur Bali berbentuk bulat. Buah yang matang kulitnya berwarna ungu kehitaman dan mengandung tepung atau lilin yang tebal. Daging buahnya berwarna putih dengan rasa manis. Setiap buah berisi 2-3 biji yang ukurannya cukup besar. Setiap dompolan buah berisi sekitar 35 buah. Setiap 100 buah mempunyai bobot 535 g. Umur panennya antara 105-110 hari setelah pangkas.
Manfaat
Biasanya anggur Bali disajikan sebagai buah meja atau dalam bentuk olahan.
Syarat Tumbuh
Tanaman anggur menghendaki tempat terbuka dengan sinar matahari penuh. Tanaman ini dapat tumbuh di segala jenis tanah. Meskipun demikian, tanah yang tidak baik harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi syarat. Tanah yang cukup subur, gembur, dan berhumus merupakan tanah yang baik untuk tanaman ini. Kedalaman air tanah yang baik untuk anggur adalah tidak lebih dari 1 m dan airnya tersedia dalam jumlah yang cukup. Ketinggian tempat yang baik tidak lebih dari 300 m di atas permukaan laut. Tempat seperti ini harus memiliki musim kemarau lebih dari tiga bulan dengan curah hujan antara 250-380 mm per tahun. Kelembapan udara tidak lebih dari 80%.
Pedoman Budidaya
Tanaman anggur yang diperbanyak dengan benih sifatnya tidak sama dengan induknya: Mengingat seteknya lebih mudah rriembentuk akar, penyetekan merupakan cara yang paling sederhana dalam perbanyakan klon. Penyambungan atau penempelan juga mungkin dilakukan, dan ada berbagai pilihan batang bawah, baik melalui seleksi maupun penangkaran, yang toleran terhadap hama, kekeringan, dan salinitas; batang bawah juga bervariasi dalam kesuburan dan kecocokannya terhadap cahaya atau tanah berat: Perbanyakan dengan setek biasa dilakukan di Asia Tenggara; di Thailand, penempelan sumbing (chip-budding) umum dilakukan pada ‘Solonix x Othello 1613′, yakni batang bawah yang – resisten terhadap ‘phylloxera’ anggur dan terhadap sejumlah galur nematode busuk akar. Setek batang tua diambil dari batang yang tampaknya sehat, produktif, sisa pemangkasan pada kebun anggur. Batang yang kokoh dengan ruas yang relatif pendek dan mata tunas yang tumbuh baik merupakan bahan setek yang -paling baik. Potongan bagian bawah dilakukan pada satu buku, potongan itas antara buku keempat dan kelima di atasnya. Batang bawah,dari Thailand juga diperbanyak dari setek; batang bawah itu dapat ditempeli ketika batang atas telah memiliki mata tunas utama yang sudah berkernbang penuh. Jarak tanam yang sangat bervariasi sering dibuat pada vitikultur, mengingat jarak tanam itu bergantung kepada sistem perlakuan batang, dan pada kesuburan batang. Di delta tengah, Thailand, sawah diubah menjadi guludan-guludan yang ditinggikan, yang dipisahkan oleh parit=parit selebar 8 m, untuk menciptakan sistem pengaliranvair pada musim hujan dan untuk penyaluran air selarna musim kemarau. Setiap guludan ditanami dengan dua baris batang anggur, dengan jarak antar-baris 4-5 m, dan antartanaman 3-3,5 m, jadi kerapatannya 830-700 batang/ha. Di Indonesia dan Filipina, kerapatan itu seringkali melebihi 1000 batang/ha.
Pemeliharaan
Tangan kosong (bare arms) merupakan masalah besar pada perlakuan, batang- anggur di wilayah tropik. Masalah ‘tangan kosong’ ini dapat diatasi dengan jalan menjepit ujungnya berulangulang selama tumbuh, untuk tnemaksa tumbuhnya pucuk lateral pada setiap -buku. Hanya setelah cukup pucuk lateral bermunculan dengan :kesuburan yang memadai, barulah ‘tangan’ itu dibiatkan memanjang. Penjepitan itu akan memperlambat pembentukan ‘tangan berisi’, sebaiknya akan menghasilkan kerangka yang pepat penuh dengan batang-beruas, yang setelah dipangkas akan menghasilkan pucuk pertama yang akan menghasilkan buah. Lebih penting lagi adalah terjadinya perbaikan vitalitas dan kelanggengan batang-beruas, sebab jarak antua akar dan pucuk tetap dekat. Sepanjang fase perlakuan, segala sesuatunya dikerjakan guna merangsang kekuatan tumbuh batang, karena tugas yang paling dituntut, yaitu pembentukan tunas lateral dengan persentase tinggi, dilaksanakan terakhir. Jika kekuatan tumbuh memadai, perlakuan dapat dirampungkan kira-kira setahun. Fase perlakuan ini diikuti oleh fase berbuah, yang dalam fase itu pemangkasan akan mengawali setiap musim berbuah. Setelah, pemangkasan munculnya tunas terjadi berangsur-angsur, mulai dari bagian distal ke bagian basal; pemunculan tunas itu rendah saja persentasenya, sedangkan bagian pangkal paling responsif. Dengan dua kali musim panen per tahun, dan munculnya tunas terutama hanya yang terdekat dengan bidang pangkasan, tajinya itu segera menjadi lebih kompleks dan memanjang lebih jauh ke luar dari ruas-ruas itu, karena tunas ketiak pada kayu yang lebih tua akan rusak, sedangkan tunas adventif jarang ada. Kurangnya tunas-tunas dan meningkatnya jarak antara pucuk dan akar menjurus ke cepatnya menurun ketahanan tumbuh batang anggur. Berbagai teknik penanaman dilakukan untuk mendorong tumbuhnya tunas. Stres air yang direkayasa selama masa panen diakhiri dengan cara dilakukan pengairan segera setelah tanaman dipangkas; hara juga diberikan pada saat yang sama. Batang anggur ini umumnya dipangkas lebih pendek daripada yang dilakukan di wilayah bergaris lintang yang jauh dari ekuator, supaya tetap dekat dengan ‘tangan-tangannya’. Masing-masing tunas ‘ditakik’ dengan membuat irisan pada buku di atas tunas untuk menghilangkan, penghambatan korelatif. Sejumlah bahan kimia teiah dicoba untuk memperbaiki pecahnya mata tunas. Pada tahun 198U-an semua bahan kimia ini telah diganti dengan kalsium sianamida atau hidrogen sianamida. Sianamida Iebih aman dan khususnya efektif pada kultivar-kultivar yang persentase pecahnya mata tunas rendah sekali; perlakuan ini dapat berpengaruh nyata terhadap vitikultur di wilayah tropik. Selama musim hujan sulit memelihara tanaman anggur tetap sehat dan dapat menghasilkan buah yang berkualitas tinggi. Mungkin lebih baik mengorbankan panen selama musim hujan dengan cara pemangkasan yang sangat pendek, misalnya hanya menyisakan satu buku, agar diperoleh pucuk yang sebagian besar tidak produktif. Lagi pula, dengan perlakuan demikian, pengluasan kompleks taji itu diperkecil: Pemangkasan pada awal daur produksi itu ditambah dengan perlakuan penjepitan atau pemo-tongan pucuk yang paling kuat, agar pucuk tetangganya yang kurang kuat dapat mengejarnya; tujuannya agar semua pucuk sama baiknya. Periakuan ini dapat dilaksanakan ketika pucuk diikatkan ke terali. Di wilayah tropik, respon terhadap pemangkasan itu tak dapat diperkirakan, sedangkan penjarangan bunga dan/atau buah merupakan tindakan yang bermanfaat dalam memperbaiki perirnbangan antara pertumbuhan dan pembentukan buah. Kelebatan buah yang berlebihan tidak hanya melemahkan batang, tetapi juga mempunyai efek terhadap kualitas buah (kurang terkumpul gula di dalam buahnya). Selain itu penjarangan buah akan membantu menghasilkaa tandan buah yang lebih terbuka (kurang rentan terhadap penyakit busuk), dengan bentuk yang teratur (lebih mudah dikemas). Penjarangan bunga itu mencakup pembuangan perbungaan teratas pada semua atau sebagian besar pucuk yang memiliki dua atau lebih perbungaan. Rangkaian buah dapat dikurangi buah-buahnya segera s
Hama dan Penyakit
Hama yang menyerang akar tanaman anggur adalah kutu bengkak akar Phylloxera vitifolia yang dapat diatasi dengan Furadan 3 G. Kutu atau tungau merah Tetranychus sp. dan hama gurem Thrips sp. menyebabkan daun berkeriput melengkung ke bawah. Pada musim kemarau, hama tersebut menyerang hebat pada daun. Insektisida, misalnya Diazinon 0,2% dapat mengatasi serangannya. Pada malam hari, kumbang daun berwarna hitam (Apogonia destructor) mengilat dapat merusak daun anggur. Penyakit yang mengancam adalah cendawan embun tepung Uncinula necator atau Oidium sp., penyakit karat Perenospora sp. atau Phakospora vitis, dan penyakit rotbrenner atau penyakit bakar Pseudopezia tracheiphilla yang menyerang pada musim kemarau yang suhunya dingin dan lembap. Penyakit ini sukar sekali diberantas. Pada musim hujan yang suhunya dingin atau berkabut, penyakit embun tepung menyerang hebat hingga bunga-bunganya sulit berkembang. Hal ini disebabkan semua bagian tanaman yang masih muda, tunas, daun muda, ujung cabang, dan bunga terlutup tepung putih. Hembusan tepung belerang atau semprotan fungisida Benlate 0,2% dapat mengatasi serangan bila belum terlambat.
Panen dan Pasca Panen
Umur panennya antara 105-110 hari setelah pangkas. Anggur tidak dapat matang setelah dipanen, sehingga hendaknya tidak dipanen sebelum matang. Proses pematangan buah terutama hanya soal meningkatnya kandungan gula dan menurunnya kandungan asam, sehingga nisbah gula : asam merupakan indeks kematangan yang bermanfaat. Warna dan aroma buah dan penampilan tangkai tandan buah (berubah menjadi warna jerami muda) merupakan kriteria kematangan yang subyektif. Dua atau tiga kali pemetikan dengan selang beberapa hari biasanya diperlukan untuk menuntaskan panen. Si pemungut memegang tangkai tandan buah dan memotongnya dengan sebilah pisau atau gunting pada bagian yang dekat dengan titik perlekatannya dengan batang. Sebelum menyimpan tandan buah dalam keranjang atau nampan, si pemungut hendaknya meneliti dahulu dan membuang, buah-buah yang rusak.

Posted in Teknologi Pangan | Tagged: | Comments Off

ANGGUR AUSTRALIA

Posted by yunusfz on September 11, 2009

anggur_australia

ANGGUR AUSTRALIA
Family Vitaceae

Deskripsi
Keunggulan anggur Australia terletak pada produktivitasnya. Pada umur dua tahun anggur ini sudah mampu berproduksi sekitar 9,99 kg per pohon per musim (sebagai perbandingan: anggur Probolinggo dan Bali pada umur yang sama hanya mampu berproduksi sekitar 7 kg). Rasa buahnya manis segar dengan aroma harum. Bentuknya agak bulat hingga lonjong dengan panjang antara 1,83-2,53 cm. Kulit buah agak tebal dengan warna merah kehitaman. Daging buah berwarna kecokelatan.
Manfaat
Dimakan dalam bentuk segar maupun diolah terlebih dahulu menjadi minuman.
Syarat Tumbuh
Tanaman anggur menghendaki tempat terbuka dengan sinar matahari penuh. Tanaman ini dapat tumbuh di segala jenis tanah. Meskipun demikian, tanah yang tidak baik harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi syarat. Tanah yang cukup subur, gembur, dan berhumus merupakan tanah yang baik untuk tanaman ini. Kedalaman air tanah yang baik untuk anggur adalah tidak lebih dari 1 m dan airnya tersedia dalam jumlah yang cukup. Ketinggian tempat yang baik tidak lebih dari 300 m di atas permukaan laut. Tempat seperti ini harus memiliki musim kemarau lebih dari tiga bulan dengan curah hujan antara 250-380 mm per tahun. Kelembapan udara tidak lebih dari 80%.
Pedoman Budidaya
Tanaman anggur yang diperbanyak dengan benih sifatnya tidak sama dengan induknya: Mengingat seteknya lebih mudah rriembentuk akar, penyetekan merupakan cara yang paling sederhana dalam perbanyakan klon. Penyambungan atau penempelan juga mungkin dilakukan, dan ada berbagai pilihan batang bawah, baik melalui seleksi maupun penangkaran, yang toleran terhadap hama, kekeringan, dan salinitas; batang bawah juga bervariasi dalam kesuburan dan kecocokannya terhadap cahaya atau tanah berat: Perbanyakan dengan setek biasa dilakukan di Asia Tenggara; di Thailand, penempelan sumbing (chip-budding) umum dilakukan pada ‘Solonix x Othello 1613′, yakni batang bawah yang – resisten terhadap ‘phylloxera’ anggur dan terhadap sejumlah galur nematode busuk akar. Setek batang tua diambil dari batang yang tampaknya sehat, produktif, sisa pemangkasan pada kebun anggur. Batang yang kokoh dengan ruas yang relatif pendek dan mata tunas yang tumbuh baik merupakan bahan setek yang -paling baik. Potongan bagian bawah dilakukan pada satu buku, potongan itas antara buku keempat dan kelima di atasnya. Batang bawah,dari Thailand juga diperbanyak dari setek; batang bawah itu dapat ditempeli ketika batang atas telah memiliki mata tunas utama yang sudah berkernbang penuh. Jarak tanam yang sangat bervariasi sering dibuat pada vitikultur, mengingat jarak tanam itu bergantung kepada sistem perlakuan batang, dan pada kesuburan batang. Di delta tengah, Thailand, sawah diubah menjadi guludan-guludan yang ditinggikan, yang dipisahkan oleh parit=parit selebar 8 m, untuk menciptakan sistem pengaliranvair pada musim hujan dan untuk penyaluran air selarna musim kemarau. Setiap guludan ditanami dengan dua baris batang anggur, dengan jarak antar-baris 4-5 m, dan antartanaman 3-3,5 m, jadi kerapatannya 830-700 batang/ha. Di Indonesia dan Filipina, kerapatan itu seringkali melebihi 1000 batang/ha.
Pemeliharaan
Tangan kosong (bare arms) merupakan masalah besar pada perlakuan, batang- anggur di wilayah tropik. Masalah ‘tangan kosong’ ini dapat diatasi dengan jalan menjepit ujungnya berulangulang selama tumbuh, untuk tnemaksa tumbuhnya pucuk lateral pada setiap -buku. Hanya setelah cukup pucuk lateral bermunculan dengan :kesuburan yang memadai, barulah ‘tangan’ itu dibiatkan memanjang. Penjepitan itu akan memperlambat pembentukan ‘tangan berisi’, sebaiknya akan menghasilkan kerangka yang pepat penuh dengan batang-beruas, yang setelah dipangkas akan menghasilkan pucuk pertama yang akan menghasilkan buah. Lebih penting lagi adalah terjadinya perbaikan vitalitas dan kelanggengan batang-beruas, sebab jarak antua akar dan pucuk tetap dekat. Sepanjang fase perlakuan, segala sesuatunya dikerjakan guna merangsang kekuatan tumbuh batang, karena tugas yang paling dituntut, yaitu pembentukan tunas lateral dengan persentase tinggi, dilaksanakan terakhir. Jika kekuatan tumbuh memadai, perlakuan dapat dirampungkan kira-kira setahun. Fase perlakuan ini diikuti oleh fase berbuah, yang dalam fase itu pemangkasan akan mengawali setiap musim berbuah. Setelah, pemangkasan munculnya tunas terjadi berangsur-angsur, mulai dari bagian distal ke bagian basal; pemunculan tunas itu rendah saja persentasenya, sedangkan bagian pangkal paling responsif. Dengan dua kali musim panen per tahun, dan munculnya tunas terutama hanya yang terdekat dengan bidang pangkasan, tajinya itu segera menjadi lebih kompleks dan memanjang lebih jauh ke luar dari ruas-ruas itu, karena tunas ketiak pada kayu yang lebih tua akan rusak, sedangkan tunas adventif jarang ada. Kurangnya tunas-tunas dan meningkatnya jarak antara pucuk dan akar menjurus ke cepatnya menurun ketahanan tumbuh batang anggur. Berbagai teknik penanaman dilakukan untuk mendorong tumbuhnya tunas. Stres air yang direkayasa selama masa panen diakhiri dengan cara dilakukan pengairan segera setelah tanaman dipangkas; hara juga diberikan pada saat yang sama. Batang anggur ini umumnya dipangkas lebih pendek daripada yang dilakukan di wilayah bergaris lintang yang jauh dari ekuator, supaya tetap dekat dengan ‘tangan-tangannya’. Masing-masing tunas ‘ditakik’ dengan membuat irisan pada buku di atas tunas untuk menghilangkan, penghambatan korelatif. Sejumlah bahan kimia teiah dicoba untuk memperbaiki pecahnya mata tunas. Pada tahun 198U-an semua bahan kimia ini telah diganti dengan kalsium sianamida atau hidrogen sianamida. Sianamida Iebih aman dan khususnya efektif pada kultivar-kultivar yang persentase pecahnya mata tunas rendah sekali; perlakuan ini dapat berpengaruh nyata terhadap vitikultur di wilayah tropik. Selama musim hujan sulit memelihara tanaman anggur tetap sehat dan dapat menghasilkan buah yang berkualitas tinggi. Mungkin lebih baik mengorbankan panen selama musim hujan dengan cara pemangkasan yang sangat pendek, misalnya hanya menyisakan satu buku, agar diperoleh pucuk yang sebagian besar tidak produktif. Lagi pula, dengan perlakuan demikian, pengluasan kompleks taji itu diperkecil: Pemangkasan pada awal daur produksi itu ditambah dengan perlakuan penjepitan atau pemo-tongan pucuk yang paling kuat, agar pucuk tetangganya yang kurang kuat dapat mengejarnya; tujuannya agar semua pucuk sama baiknya. Periakuan ini dapat dilaksanakan ketika pucuk diikatkan ke terali. Di wilayah tropik, respon terhadap pemangkasan itu tak dapat diperkirakan, sedangkan penjarangan bunga dan/atau buah merupakan tindakan yang bermanfaat dalam memperbaiki perirnbangan antara pertumbuhan dan pembentukan buah. Kelebatan buah yang berlebihan tidak hanya melemahkan batang, tetapi juga mempunyai efek terhadap kualitas buah (kurang terkumpul gula di dalam buahnya). Selain itu penjarangan buah akan membantu menghasilkaa tandan buah yang lebih terbuka (kurang rentan terhadap penyakit busuk), dengan bentuk yang teratur (lebih mudah dikemas). Penjarangan bunga itu mencakup pembuangan perbungaan teratas pada semua atau sebagian besar pucuk yang memiliki dua atau lebih perbungaan. Rangkaian buah dapat dikurangi buah-buahnya segera s
Hama dan Penyakit
Hama yang menyerang akar tanaman anggur adalah kutu bengkak akar Phylloxera vitifolia yang dapat diatasi dengan Furadan 3 G. Kutu atau tungau merah Tetranychus sp. dan hama gurem Thrips sp. menyebabkan daun berkeriput melengkung ke bawah. Pada musim kemarau, hama tersebut menyerang hebat pada daun. Insektisida, misalnya Diazinon 0,2% dapat mengatasi serangannya. Pada malam hari, kumbang daun berwarna hitam (Apogonia destructor) mengilat dapat merusak daun anggur. Penyakit yang mengancam adalah cendawan embun tepung Uncinula necator atau Oidium sp., penyakit karat Perenospora sp. atau Phakospora vitis, dan penyakit rotbrenner atau penyakit bakar Pseudopezia tracheiphilla yang menyerang pada musim kemarau yang suhunya dingin dan lembap. Penyakit ini sukar sekali diberantas. Pada musim hujan yang suhunya dingin atau berkabut, penyakit embun tepung menyerang hebat hingga bunga-bunganya sulit berkembang. Hal ini disebabkan semua bagian tanaman yang masih muda, tunas, daun muda, ujung cabang, dan bunga terlutup tepung putih. Hembusan tepung belerang atau semprotan fungisida Benlate 0,2% dapat mengatasi serangan bila belum terlambat.
Panen dan Pasca Panen
Anggur tidak dapat matang setelah dipanen, sehingga hendaknya tidak dipanen sebelum matang. Proses pematangan buah terutama hanya soal meningkatnya kandungan gula dan menurunnya kandungan asam, sehingga nisbah gula : asam merupakan indeks kematangan yang bermanfaat. Warna dan aroma buah dan penampilan tangkai tandan buah (berubah menjadi warna jerami muda) merupakan kriteria kematangan yang subyektif. Dua atau tiga kali pemetikan dengan selang beberapa hari biasanya diperlukan untuk menuntaskan panen. Si pemungut memegang tangkai tandan buah dan memotongnya dengan sebilah pisau atau gunting pada bagian yang dekat dengan titik perlekatannya dengan batang. Sebelum menyimpan tandan buah dalam keranjang atau nampan, si pemungut hendaknya meneliti dahulu dan membuang, buah-buah yang rusak.

Posted in Teknologi Pangan | Tagged: | Comments Off

ALPUKAT WINSLOWSON

Posted by yunusfz on September 11, 2009

alpukat_winslowson

ALPUKAT WINSLOWSON
Family Lauraceae

Deskripsi
Alpukat ini bobot buahnya terberat di antara semua jenis alpukat, mencapai 0,50 kg. Panjang buah 12 cm dan diameter buah 12 cm. Bentuk buah bulat tidak simetris. Bentuk ujung buah agak miring dan pangkalnya tidak berleher seperti jenis lainnya. Warna kulit buah bila matang hijau tua. Daging buah tebal, rata-rata 3 cm, dan berwarna kekuningan. Rasanya gurih agak manis. Bentuk biji gepeng dengan panjang 6 cm dan diameter 5 cm. Produksi buah per pohon per tahun mencapai 22,1 kg.
Manfaat
Buah alpukat matang enak dimakan segar, lebih lezat bila ditambah susu dan gula serta es gosok. Daunnya dapat dimanfaatkan untuk obat sakit pinggang. Batangnya baik untuk bahan bangunan. Bila digunakan untuk kayu bakar, energi batang alpukat rendah. Tanaman ini baik untuk konservasi lahan yang miring dan curam.
Syarat Tumbuh
Alpukat dapat ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi. Alpukat india barat baik ditanam pada ketinggian 0-600 m dpl, alpukat meksiko pada ketinggian 1000-3000 m dpl, dan alpukat guatemala pada ketinggian 600-2.000 m dpl. Semua tipe alpukat menghendaki tanah yang tidak mengandung cadas keras atau yang tandus. Tanaman tidak tahan terhadap genangan air yang terus-menerus, tetapi tanaman lebih senang hidup di daerah beriklim basah dengan curah hujan 1.500-3000 mm. per tahun. Di daerah yang beriklim agak kering dengan bulan basah 7-9 bulan dan bulan kemarau (kering) 2-6 bulan, tanaman alpukat masih mampu hidup dan berbuah asalkan keadaan air tanahnya dangkal (100-150 cm) dan pH tanah 5,5-6,5. Pada kondisi yang sesuai, tanaman alpukat dapat berbuah 2-3 kali setahun.
Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman: Tanaman diperbanyak dengan okulasi atau sambung pucuk. Bibit dapat disambung pada umur 1-8 bulan. Perbanyakan dengan biji hanya untuk batang bawah. Budi daya tanaman: Bibit okulasi (sambungan) ditanam pada jarak 12 m x 12 m. Ukuran lubang tanam 60 cm x 60 cm x 40 cm. Pupuk kandang yang diberikan 30 kg/lubang. Pupuk buatan berupa campuran 25-1000 g urea, 25-1000 g TSP, dan 25-800 g KCl per pohon diberikan tiga bulan sekali. Dosis pemberian pupuk meningkat sesuai dengan umur tanaman. Sebaiknya dalam satu areal ditanam dua tipe alpukat. Sekurangkurangnya 5-10% dari jumlah bibit yang ditanam berasal dari tipe lain sebagai sumber tepung sari (pejantan). Untuk memudahkan perawatan, dianjurkan penanaman dilakukan menjelang musim hujan.
Pemeliharaan
Pemangkasan hanya dilakukan untuk pembentukan pohon (pemotongan batang pokok). Tanaman alpukat dari bibit okulasi mulai berbunga pada umur 5-6 tahun, sedangkan dari bibit biji pada umur 9-12 tahun.
Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman alpukat adalah ulat daun Sania insularis dan penggerek cabang Rhynchites lauraceae Voth. Adakalanya lalat buah menyerang buah muda dan penggerek batang menggerek ujung-ujung cabang hingga ujung cabang menjadi kering. Penyakit yang sering menyerang tanaman alpukat adalah busuk akar Phytophthora cinnamomi yang dapat diatasi dengan siraman larutan Benlate 0,3% atau karbol 10-50%. Penyakit dapat menular melalui bibit yang digunakan atau alat-alat pertanian. Penyakit busuk buah Colletotrichum gloeosporiodes menyerang buah, terutama yang disimpan pada suhu panas dan lembap. Cendawan Phytophthora menyerang bila suhu tanah antara 13-23° C. Infus dengan fungisida melalui batang biasanya dapat mengatasi serangan penyakit busuk akar. Serangan hama-hama di atas dapat diatasi dengan semprotan atau infus larutan insektisida (Tamaron 200 LC atau Curacron 500 EC).
Panen dan Pasca Panen
Buah alpukat dipanen setelah tua benar. Tandanya, kulit buah sudah tampak buram dan bila buah digoyang akan berbunyi. Buah dipetik dengan menggunakan jaring agar tidak jatuh ke tanah. Buah yang terbentur akan memar dan tidak matang sempurna. Buah yang telah tua akan matang 2-3 hari setelah dipetik. Buah yang jatuh/memar akan mudah terserang penyakit busuk buah (kecokelatan) dan rasanya pahit.

Posted in Teknologi Pangan | Tagged: | Comments Off

ALPUKAT MERAH BUNDAR

Posted by yunusfz on September 11, 2009

alpukat_merah_bundar

ALPUKAT MERAH BUNDAR
Family Lauraceae

Deskripsi
Alpukat ini mudah sekali dibedakan dari jenis lainnya: warna kulit buahnya merah tua saat matang dan bentuknya agak bundar. Ujung buahnya tumpul, sedangkan pangkalnya meruncing. Panjang buah sekitar 11 cm dan lebarnya 8 cm dengan berat 0,29 kg. Jenis ini hanya menghasilkan buah sekitar 12,5 kg per pohon per tahun. Daging buah agak tebal, rata-rata sekitar 2 cm, dengan rasa gurih. Warna daging buah kuning. Bijinya berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 5,5 cm dan diameter 4 cm.
Manfaat
Buah alpukat matang enak dimakan segar, lebih lezat bila ditambah susu dan gula serta es gosok. Daunnya dapat dimanfaatkan untuk obat sakit pinggang. Batangnya baik untuk bahan bangunan. Bila digunakan untuk kayu bakar, energi batang alpukat rendah. Tanaman ini baik untuk konservasi lahan yang miring dan curam.
Syarat Tumbuh
Alpukat dapat ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi. Alpukat india barat baik ditanam pada ketinggian 0-600 m dpl, alpukat meksiko pada ketinggian 1000-3000 m dpl, dan alpukat guatemala pada ketinggian 600-2.000 m dpl. Semua tipe alpukat menghendaki tanah yang tidak mengandung cadas keras atau yang tandus. Tanaman tidak tahan terhadap genangan air yang terus-menerus, tetapi tanaman lebih senang hidup di daerah beriklim basah dengan curah hujan 1.500-3000 mm. per tahun. Di daerah yang beriklim agak kering dengan bulan basah 7-9 bulan dan bulan kemarau (kering) 2-6 bulan, tanaman alpukat masih mampu hidup dan berbuah asalkan keadaan air tanahnya dangkal (100-150 cm) dan pH tanah 5,5-6,5. Pada kondisi yang sesuai, tanaman alpukat dapat berbuah 2-3 kali setahun.
Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman: Tanaman diperbanyak dengan okulasi atau sambung pucuk. Bibit dapat disambung pada umur 1-8 bulan. Perbanyakan dengan biji hanya untuk batang bawah. Budi daya tanaman: Bibit okulasi (sambungan) ditanam pada jarak 12 m x 12 m. Ukuran lubang tanam 60 cm x 60 cm x 40 cm. Pupuk kandang yang diberikan 30 kg/lubang. Pupuk buatan berupa campuran 25-1000 g urea, 25-1000 g TSP, dan 25-800 g KCl per pohon diberikan tiga bulan sekali. Dosis pemberian pupuk meningkat sesuai dengan umur tanaman. Sebaiknya dalam satu areal ditanam dua tipe alpukat. Sekurangkurangnya 5-10% dari jumlah bibit yang ditanam berasal dari tipe lain sebagai sumber tepung sari (pejantan). Untuk memudahkan perawatan, dianjurkan penanaman dilakukan menjelang musim hujan.
Pemeliharaan
Pemangkasan hanya dilakukan untuk pembentukan pohon (pemotongan batang pokok). Tanaman alpukat dari bibit okulasi mulai berbunga pada umur 5-6 tahun, sedangkan dari bibit biji pada umur 9-12 tahun.
Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman alpukat adalah ulat daun Sania insularis dan penggerek cabang Rhynchites lauraceae Voth. Adakalanya lalat buah menyerang buah muda dan penggerek batang menggerek ujung-ujung cabang hingga ujung cabang menjadi kering. Penyakit yang sering menyerang tanaman alpukat adalah busuk akar Phytophthora cinnamomi yang dapat diatasi dengan siraman larutan Benlate 0,3% atau karbol 10-50%. Penyakit dapat menular melalui bibit yang digunakan atau alat-alat pertanian. Penyakit busuk buah Colletotrichum gloeosporiodes menyerang buah, terutama yang disimpan pada suhu panas dan lembap. Cendawan Phytophthora menyerang bila suhu tanah antara 13-23° C. Infus dengan fungisida melalui batang biasanya dapat mengatasi serangan penyakit busuk akar. Serangan hama-hama di atas dapat diatasi dengan semprotan atau infus larutan insektisida (Tamaron 200 LC atau Curacron 500 EC).
Panen dan Pasca Panen
Buah alpukat dipanen setelah tua benar. Tandanya, kulit buah sudah tampak buram dan bila buah digoyang akan berbunyi. Buah dipetik dengan menggunakan jaring agar tidak jatuh ke tanah. Buah yang terbentur akan memar dan tidak matang sempurna. Buah yang telah tua akan matang 2-3 hari setelah dipetik. Buah yang jatuh/memar akan mudah terserang penyakit busuk buah (kecokelatan) dan rasanya pahit.

Posted in Teknologi Pangan | Comments Off

ALPUKAT IJO PANJANG

Posted by yunusfz on September 11, 2009

alpukat_ijo_panjang

ALPUKAT IJO PANJANG
Family Lauraceae

Deskripsi
Alpukat ini berbuah sepanjang tahun tergantung lokasi dan kesuburan tanah. Kerontokan buah sedikit. Berat buah antara 0,3-0,5 kg. Bentuknya seperti buah pear dengan ujung tumpul dan pangkal meruncing. Panjangnya 11,5-18 cm dan diameternya 6,5-10 cm. Tebal, kulit buah 1,5 mm berwarna hijau kemerahan dengan permukaan licin berbintik kuning. Daging buahnya tebal (sekitar 2 cm), bertekstur agak lunak, berwarna kuning, dan rasanya gurih. Bijinya berbentuk jorong dengan rata-rata panjang 5,5 cm dan diameter 4 cm. Produksi buah rata-rata 16,1 kg per pohon per tahun.
Manfaat
Buah alpukat matang enak dimakan segar, lebih lezat bila ditambah susu dan gula serta es gosok. Daunnya dapat dimanfaatkan untuk obat sakit pinggang. Batangnya baik untuk bahan bangunan. Bila digunakan untuk kayu bakar, energi batang alpukat rendah. Tanaman ini baik untuk konservasi lahan yang miring dan curam.
Syarat Tumbuh
Alpukat dapat ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi. Alpukat india barat baik ditanam pada ketinggian 0-600 m dpl, alpukat meksiko pada ketinggian 1000-3000 m dpl, dan alpukat guatemala pada ketinggian 600-2.000 m dpl. Semua tipe alpukat menghendaki tanah yang tidak mengandung cadas keras atau yang tandus. Tanaman tidak tahan terhadap genangan air yang terus-menerus, tetapi tanaman lebih senang hidup di daerah beriklim basah dengan curah hujan 1.500-3000 mm. per tahun. Di daerah yang beriklim agak kering dengan bulan basah 7-9 bulan dan bulan kemarau (kering) 2-6 bulan, tanaman alpukat masih mampu hidup dan berbuah asalkan keadaan air tanahnya dangkal (100-150 cm) dan pH tanah 5,5-6,5. Pada kondisi yang sesuai, tanaman alpukat dapat berbuah 2-3 kali setahun.
Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman: Tanaman diperbanyak dengan okulasi atau sambung pucuk. Bibit dapat disambung pada umur 1-8 bulan. Perbanyakan dengan biji hanya untuk batang bawah. Budi daya tanaman: Bibit okulasi (sambungan) ditanam pada jarak 12 m x 12 m. Ukuran lubang tanam 60 cm x 60 cm x 40 cm. Pupuk kandang yang diberikan 30 kg/lubang. Pupuk buatan berupa campuran 25-1000 g urea, 25-1000 g TSP, dan 25-800 g KCl per pohon diberikan tiga bulan sekali. Dosis pemberian pupuk meningkat sesuai dengan umur tanaman. Sebaiknya dalam satu areal ditanam dua tipe alpukat. Sekurangkurangnya 5-10% dari jumlah bibit yang ditanam berasal dari tipe lain sebagai sumber tepung sari (pejantan). Untuk memudahkan perawatan, dianjurkan penanaman dilakukan menjelang musim hujan.
Pemeliharaan
Pemangkasan hanya dilakukan untuk pembentukan pohon (pemotongan batang pokok). Tanaman alpukat dari bibit okulasi mulai berbunga pada umur 5-6 tahun, sedangkan dari bibit biji pada umur 9-12 tahun.
Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman alpukat adalah ulat daun Sania insularis dan penggerek cabang Rhynchites lauraceae Voth. Adakalanya lalat buah menyerang buah muda dan penggerek batang menggerek ujung-ujung cabang hingga ujung cabang menjadi kering. Penyakit yang sering menyerang tanaman alpukat adalah busuk akar Phytophthora cinnamomi yang dapat diatasi dengan siraman larutan Benlate 0,3% atau karbol 10-50%. Penyakit dapat menular melalui bibit yang digunakan atau alat-alat pertanian. Penyakit busuk buah Colletotrichum gloeosporiodes menyerang buah, terutama yang disimpan pada suhu panas dan lembap. Cendawan Phytophthora menyerang bila suhu tanah antara 13-23° C. Infus dengan fungisida melalui batang biasanya dapat mengatasi serangan penyakit busuk akar. Serangan hama-hama di atas dapat diatasi dengan semprotan atau infus larutan insektisida (Tamaron 200 LC atau Curacron 500 EC).
Panen dan Pasca Panen
Buah alpukat dipanen setelah tua benar. Tandanya, kulit buah sudah tampak buram dan bila buah digoyang akan berbunyi. Buah dipetik dengan menggunakan jaring agar tidak jatuh ke tanah. Buah yang terbentur akan memar dan tidak matang sempurna. Buah yang telah tua akan matang 2-3 hari setelah dipetik. Buah yang jatuh/memar akan mudah terserang penyakit busuk buah (kecokelatan) dan rasanya pahit.

Posted in Teknologi Pangan | Tagged: | Leave a Comment »

ALPUKAT IJO BUNDAR

Posted by yunusfz on September 11, 2009

alpukat_ijo_bundar

ALPUKAT IJO BUNDAR
Family Lauraceae

Deskripsi
Buah alpukat ini berbentuk lonjong dengan ujung bulat dan pangkal tumpul. Berat buahnya antara 0,3-0,4 kg. Panjang buah sekitar 9 cm dengan diameter 7,5 cm. Kulit buah tebalnya 1 mm berwarna hijau tua saat matang. Permukaannya licin berbintik kuning. Daging buah berwarna kuning kehijauan dengan tebal sekitar 1,5 cm. Biji berbentuk jorong dengan panjang 5,5 cm dan diameter 4 cm. Setiap pohon dapat menghasilkan rata-rata 22 kg per tahun. Produksi buah terus menerus sepanjang tahun.
Manfaat
Buah alpukat matang enak dimakan segar, lebih lezat bila ditambah susu dan gula serta es gosok. Daunnya dapat dimanfaatkan untuk obat sakit pinggang. Batangnya baik untuk bahan bangunan. Bila digunakan untuk kayu bakar, energi batang alpukat rendah. Tanaman ini baik untuk konservasi lahan yang miring dan curam.
Syarat Tumbuh
Alpukat dapat ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi. Alpukat india barat baik ditanam pada ketinggian 0-600 m dpl, alpukat meksiko pada ketinggian 1000-3000 m dpl, dan alpukat guatemala pada ketinggian 600-2.000 m dpl. Semua tipe alpukat menghendaki tanah yang tidak mengandung cadas keras atau yang tandus. Tanaman tidak tahan terhadap genangan air yang terus-menerus, tetapi tanaman lebih senang hidup di daerah beriklim basah dengan curah hujan 1.500-3000 mm. per tahun. Di daerah yang beriklim agak kering dengan bulan basah 7-9 bulan dan bulan kemarau (kering) 2-6 bulan, tanaman alpukat masih mampu hidup dan berbuah asalkan keadaan air tanahnya dangkal (100-150 cm) dan pH tanah 5,5-6,5. Pada kondisi yang sesuai, tanaman alpukat dapat berbuah 2-3 kali setahun.
Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman: Tanaman diperbanyak dengan okulasi atau sambung pucuk. Bibit dapat disambung pada umur 1-8 bulan. Perbanyakan dengan biji hanya untuk batang bawah. Budi daya tanaman: Bibit okulasi (sambungan) ditanam pada jarak 12 m x 12 m. Ukuran lubang tanam 60 cm x 60 cm x 40 cm. Pupuk kandang yang diberikan 30 kg/lubang. Pupuk buatan berupa campuran 25-1000 g urea, 25-1000 g TSP, dan 25-800 g KCl per pohon diberikan tiga bulan sekali. Dosis pemberian pupuk meningkat sesuai dengan umur tanaman. Sebaiknya dalam satu areal ditanam dua tipe alpukat. Sekurangkurangnya 5-10% dari jumlah bibit yang ditanam berasal dari tipe lain sebagai sumber tepung sari (pejantan). Untuk memudahkan perawatan, dianjurkan penanaman dilakukan menjelang musim hujan.
Pemeliharaan
Pemangkasan hanya dilakukan untuk pembentukan pohon (pemotongan batang pokok). Tanaman alpukat dari bibit okulasi mulai berbunga pada umur 5-6 tahun, sedangkan dari bibit biji pada umur 9-12 tahun.
Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman alpukat adalah ulat daun Sania insularis dan penggerek cabang Rhynchites lauraceae Voth. Adakalanya lalat buah menyerang buah muda dan penggerek batang menggerek ujung-ujung cabang hingga ujung cabang menjadi kering. Penyakit yang sering menyerang tanaman alpukat adalah busuk akar Phytophthora cinnamomi yang dapat diatasi dengan siraman larutan Benlate 0,3% atau karbol 10-50%. Penyakit dapat menular melalui bibit yang digunakan atau alat-alat pertanian. Penyakit busuk buah Colletotrichum gloeosporiodes menyerang buah, terutama yang disimpan pada suhu panas dan lembap. Cendawan Phytophthora menyerang bila suhu tanah antara 13-23° C. Infus dengan fungisida melalui batang biasanya dapat mengatasi serangan penyakit busuk akar. Serangan hama-hama di atas dapat diatasi dengan semprotan atau infus larutan insektisida (Tamaron 200 LC atau Curacron 500 EC).
Panen dan Pasca Panen
Buah alpukat dipanen setelah tua benar. Tandanya, kulit buah sudah tampak buram dan bila buah digoyang akan berbunyi. Buah dipetik dengan menggunakan jaring agar tidak jatuh ke tanah. Buah yang terbentur akan memar dan tidak matang sempurna. Buah yang telah tua akan matang 2-3 hari setelah dipetik. Buah yang jatuh/memar akan mudah terserang penyakit busuk buah (kecokelatan) dan rasanya pahit.

Posted in Teknologi Pangan | Tagged: | Comments Off

ALPUKAT FUERTE

Posted by yunusfz on September 11, 2009

alpukat_fuerte

ALPUKAT FUERTE
Family Lauraceae

Deskripsi
Alpukat ini memiliki lapisan daging buah yang tebal, sekitar 2,5 cm. Rasanya gurih seperti jenis alpukat lainnya. Kulit buah yang sudah matang berwarna hijau tua dengan tekstur lunak dan permukaan licin. Bentuknya agak bulat dengan panjang 11 cm dan diameter 7,5 cm. Berat buah sekitar 0,25 kg dengan produksi rata-rata per pohon per tahun sekitar 45,1 kg. Bijinya berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 5 cm dan diameter 4 cm. Walaupun sudah tua, buah alpukat jenis ini sulit jatuh dari pohon.
Manfaat
Buah alpukat matang enak dimakan segar, lebih lezat bila ditambah susu dan gula serta es gosok. Daunnya dapat dimanfaatkan untuk obat sakit pinggang. Batangnya baik untuk bahan bangunan. Bila digunakan untuk kayu bakar, energi batang alpukat rendah. Tanaman ini baik untuk konservasi lahan yang miring dan curam.
Syarat Tumbuh
Alpukat dapat ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi. Alpukat india barat baik ditanam pada ketinggian 0-600 m dpl, alpukat meksiko pada ketinggian 1000-3000 m dpl, dan alpukat guatemala pada ketinggian 600-2.000 m dpl. Semua tipe alpukat menghendaki tanah yang tidak mengandung cadas keras atau yang tandus. Tanaman tidak tahan terhadap genangan air yang terus-menerus, tetapi tanaman lebih senang hidup di daerah beriklim basah dengan curah hujan 1.500-3000 mm. per tahun. Di daerah yang beriklim agak kering dengan bulan basah 7-9 bulan dan bulan kemarau (kering) 2-6 bulan, tanaman alpukat masih mampu hidup dan berbuah asalkan keadaan air tanahnya dangkal (100-150 cm) dan pH tanah 5,5-6,5. Pada kondisi yang sesuai, tanaman alpukat dapat berbuah 2-3 kali setahun.
Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman: Tanaman diperbanyak dengan okulasi atau sambung pucuk. Bibit dapat disambung pada umur 1-8 bulan. Perbanyakan dengan biji hanya untuk batang bawah. Budi daya tanaman: Bibit okulasi (sambungan) ditanam pada jarak 12 m x 12 m. Ukuran lubang tanam 60 cm x 60 cm x 40 cm. Pupuk kandang yang diberikan 30 kg/lubang. Pupuk buatan berupa campuran 25-1000 g urea, 25-1000 g TSP, dan 25-800 g KCl per pohon diberikan tiga bulan sekali. Dosis pemberian pupuk meningkat sesuai dengan umur tanaman. Sebaiknya dalam satu areal ditanam dua tipe alpukat. Sekurangkurangnya 5-10% dari jumlah bibit yang ditanam berasal dari tipe lain sebagai sumber tepung sari (pejantan). Untuk memudahkan perawatan, dianjurkan penanaman dilakukan menjelang musim hujan.
Pemeliharaan
Pemangkasan hanya dilakukan untuk pembentukan pohon (pemotongan batang pokok). Tanaman alpukat dari bibit okulasi mulai berbunga pada umur 5-6 tahun, sedangkan dari bibit biji pada umur 9-12 tahun.
Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman alpukat adalah ulat daun Sania insularis dan penggerek cabang Rhynchites lauraceae Voth. Adakalanya lalat buah menyerang buah muda dan penggerek batang menggerek ujung-ujung cabang hingga ujung cabang menjadi kering. Penyakit yang sering menyerang tanaman alpukat adalah busuk akar Phytophthora cinnamomi yang dapat diatasi dengan siraman larutan Benlate 0,3% atau karbol 10-50%. Penyakit dapat menular melalui bibit yang digunakan atau alat-alat pertanian. Penyakit busuk buah Colletotrichum gloeosporiodes menyerang buah, terutama yang disimpan pada suhu panas dan lembap. Cendawan Phytophthora menyerang bila suhu tanah antara 13-23° C. Infus dengan fungisida melalui batang biasanya dapat mengatasi serangan penyakit busuk akar. Serangan hama-hama di atas dapat diatasi dengan semprotan atau infus larutan insektisida (Tamaron 200 LC atau Curacron 500 EC).
Panen dan Pasca Panen
Buah alpukat dipanen setelah tua benar. Tandanya, kulit buah sudah tampak buram dan bila buah digoyang akan berbunyi. Buah dipetik dengan menggunakan jaring agar tidak jatuh ke tanah. Buah yang terbentur akan memar dan tidak matang sempurna. Buah yang telah tua akan matang 2-3 hari setelah dipetik. Buah yang jatuh/memar akan mudah terserang penyakit busuk buah (kecokelatan) dan rasanya pahit.

Posted in Teknologi Pangan | Tagged: | Comments Off

ALPUKAT BUTLER

Posted by yunusfz on September 11, 2009

alpukat_butler

ALPUKAT BUTLER
Family Lauraceae

Deskripsi
Alpukat ini tergolong besar. Bobot setiap buahnya mencapai 0,38 kg. Bentuknya bulat pendek dengan panjang sekitar 10,5 cm dan lebar 7,5 cm. Ujung buah membulat dan pangkalnya tumpul. Ketebalan daging buah sekitar 1,5 cm (untuk bagian yang terkecil) dan 3 cm (untuk bagian yang terbesar). Daging buah berwarna kuning, rasanya tidak begrtu gurih, teksturnya lunak, dan agak berserat. Bila matang, kulit buah berwarna hijau kekuningan. Bijinya rata-rata berukuran panjang 5,5 cm dan diameter 4 cm. Umur mulai berproduksi alpukat butler lebih pendek dibandingkan jenis lainnya. Rata-rata setiap pohonnya dapat berproduksi sebanyak 14 kg per tahun.
Manfaat
Buah alpukat matang enak dimakan segar, lebih lezat bila ditambah susu dan gula serta es gosok. Daunnya dapat dimanfaatkan untuk obat sakit pinggang. Batangnya baik untuk bahan bangunan. Bila digunakan untuk kayu bakar, energi batang alpukat rendah. Tanaman ini baik untuk konservasi lahan yang miring dan curam.
Syarat Tumbuh
Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian hingga 2.000 m di atas permukaan laut. Namun, hasil maksimalnya dicapai pada ketinggian antara 200-1.000 m di atas permukaan laut. Jenis tanah yang cocok untuk pertumbuhannya ialah tanah lempung dan lempung berpasir dengan pH antara 5,5-6,5. Permukaan air tanah yang sesuai untuk tanaman ini antara 50-200 cm. Terhadap sinar matahari, ternyata tanaman ini tidak mempersoalkannya. Bahkan, suhu udara 30° C di dataran rendah dan 15° C di dataran tinggi masih bisa ditolerir. Namun, angin sangat dibutuhkan oleh tanaman ini terutama pada saat persarian. Curah hujan yang diperlukan harus di antara 1.500-3.000 mm per tahun.
Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman: Tanaman diperbanyak dengan okulasi atau sambung pucuk. Bibit dapat disambung pada umur 1-8 bulan. Perbanyakan dengan biji hanya untuk batang bawah. Budi daya tanaman: Bibit okulasi (sambungan) ditanam pada jarak 12 m x 12 m. Ukuran lubang tanam 60 cm x 60 cm x 40 cm. Pupuk kandang yang diberikan 30 kg/lubang. Pupuk buatan berupa campuran 25-1000 g urea, 25-1000 g TSP, dan 25-800 g KCl per pohon diberikan tiga bulan sekali. Dosis pemberian pupuk meningkat sesuai dengan umur tanaman. Sebaiknya dalam satu areal ditanam dua tipe alpukat. Sekurangkurangnya 5-10% dari jumlah bibit yang ditanam berasal dari tipe lain sebagai sumber tepung sari (pejantan). Untuk memudahkan perawatan, dianjurkan penanaman dilakukan menjelang musim hujan.
Pemeliharaan
Pemangkasan hanya dilakukan untuk pembentukan pohon (pemotongan batang pokok). Tanaman alpukat dari bibit okulasi mulai berbunga pada umur 5-6 tahun, sedangkan dari bibit biji pada umur 9-12 tahun.
Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman alpukat adalah ulat daun Sania insularis dan penggerek cabang Rhynchites lauraceae Voth. Adakalanya lalat buah menyerang buah muda dan penggerek batang menggerek ujung-ujung cabang hingga ujung cabang menjadi kering. Penyakit yang sering menyerang tanaman alpukat adalah busuk akar Phytophthora cinnamomi yang dapat diatasi dengan siraman larutan Benlate 0,3% atau karbol 10-50%. Penyakit dapat menular melalui bibit yang digunakan atau alat-alat pertanian. Penyakit busuk buah Colletotrichum gloeosporiodes menyerang buah, terutama yang disimpan pada suhu panas dan lembap. Cendawan Phytophthora menyerang bila suhu tanah antara 13-23° C. Infus dengan fungisida melalui batang biasanya dapat mengatasi serangan penyakit busuk akar. Serangan hama-hama di atas dapat diatasi dengan semprotan atau infus larutan insektisida (Tamaron 200 LC atau Curacron 500 EC).
Panen dan Pasca Panen
Buah alpukat dipanen setelah tua benar. Tandanya, kulit buah sudah tampak buram dan bila buah digoyang akan berbunyi. Buah dipetik dengan menggunakan jaring agar tidak jatuh ke tanah. Buah yang terbentur akan memar dan tidak matang sempurna. Buah yang telah tua akan matang 2-3 hari setelah dipetik. Buah yang jatuh/memar akan mudah terserang penyakit busuk buah (kecokelatan) dan rasanya pahit.

Posted in Teknologi Pangan | Tagged: | Comments Off

Adem Ati

Posted by yunusfz on September 11, 2009

adem_ati

Adem Ati
(Litsea glutinosa (Lour.) C.D. Robins.)

Sinonim :
Litsea chinensis Lamk. Litsea littoralis (L.) Vill.

Familia :
Lauraceae.

Uraian :
Berupa pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter. Batang berkayu dan bercabang-cabang. Daun tunggal, bentuk elips, warna hijau, dan berbulu halus. Perbungaan bentuk malai, mahkota bunga berwarna putih kekuningan. Buah bulat, buah muda berwarna hijau, setelah tua berwarna hitam. Akar tunggang warna cokelat muda. Bagian yang digunakan Akar, kulit kayu, dan daun.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH: Huru batu, Huru beusai, Huru tangkalak, Madang kapas (Sd); Adem ati, Kapu ketek, Nyampu wingka, Wuru beling (Jw). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Litseae glutinosae Radix; Akar Adem Ati. Litseae glutinosae Cortex; Kulit kayu Adem Ati. Litseae glictinosae Folium; Daun Adem Ati.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Sifat Khas Manis, pahit, dan mendinginkan. KHASIAT Anti inflamasi, analgesik, dan hemostatik.

Pemanfaatan :

Kegunaan Di Masyarakat
Akar:
1. Mencret.
2. Kencing manis.
3. Radang usus.
4. Radang kulit bernanah (obat luar).

Kulit kayu dan Daun (obat luar):
1. Bisul;
2. Luka berdarah;
3. Obat penenang;
4. Radang kulit bernanah;
5. Radang payudara;

RAMUAN DAN TAKARAN

Kencing Manis

Ramuan:
Akar Adem Ati 5 gram
Daun Salam segar 4 lembar
Air 140 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus.

Cara pemakaian:
Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, setiap minum 100 ml.

Mencret, Radang Usus
Ramuan:
Akar Adem Ati 6 gram
Rimpang Kunyit segar 6 gram
Ai 110 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian:
Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang selama 3 hari (Mencret), 14 hari (Radang usus). Bila tidak menunjukkan gejala penyembuhan dianjurkan untuk ke dokter.

Radang Kulit Bernanah, Radang Payudara, Luka, dan Bisul
Ramuan:
Kulit kayu/Daun segar Adem Ati secukupnya
Daun Sambilata secukupnya
Air secukupnya

Cara pembuatan:
Dipipis hingga berbentuk pasta.

Cara pemakaian:
Ratakan pasta pada bagian kulit yang sakit. Sebelum dibaluri dengan pasta tersebut, sebaiknya dibersihkan dengan air hangat dahulu.

Lama pengobatan:
Diperbaharui setiap 3 jam.

Komposisi :
Alkaloid (golongan fenantrena dan aporfina), flavonoida, tanin, polifenol, dan minyak atsiri.

Posted in Tanaman Obat | Tagged: | Comments Off

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.